Saturday, December 17, 2011

365++

Mungkin selamanya aku tidak akan pernah benar-benar tau apa yang salah. Tidak pernah benar-benar tau apa kata hatiku. Aku bahkan tidak tau apa kata hati itu benar-benar ada. Sama seperti apa yang aku (coba) percaya, karma. Sama seperti agama, jodoh, takdir. Semuanya terlihat masuk akal, untuk orang-orang yang telah lelah berusaha percaya ada pilihan lain. Di satu titik, kita akan berhenti mencari. Kita akan memutar ulang semua sisa-sisa ingatan dan mencari alasan (excuses, bukan reason) agar kita bisa bebas dari rasa penasaran, dari rasa sesal, dari tanya.



Lalu buat apa?
"Aku udah lama melatih buat memilih, milih sakit hati atau enggak."
I read it somewhere; pain is inevitable, suffering is optional.


Mentok.

0 feed back:

Post a Comment