Friday, November 01, 2013

Dipikir lagi, orang jatuh cinta itu seperti kelekatu* ya. Sudah banyak yang menjadi contoh -bahwa yang terlihat terang dan populer, akhirnya hanya memberi cacat- tapi tetap saja yang muda mendekat.









Orang jatuh cinta juga begitu. Merasa muda dan berhak, lalu dikerjarnya yang paling berkilau -beberapa kembali penuh luka, sisanya tak terdengar- menganggap dirinya spesial, merasa sama berkilaunya. Padahal, apa pernah kamu melihat ada kelekatu yang berbeda dan istimewa? Di depan cinta, kita semua sama. Bedanya, koloni kelekatu itu hanya keluar saat musim penghujan. Orang-orang itu, jatuh cinta setiap hari.











 *) Sejenis anai-anai bersayap/laron (jw)

Monday, October 28, 2013

Sampai kapan mau terbatasi oleh kesukaan orang lain?

Sunday, October 06, 2013

22nd

Started by Boyfriend call at midnight, wake up in the morning to flowers and friends, walked around the stores with boyfriend for my birthday present, ended by a surprise party by lover and friends at Danang's (with Dita playing happy-birthday song on background). Oh, and last birthday hug & kisses at night.
Firra, Bon, Pipit, B, Cisya's

Birthday present from A

Totally clueless

Another wishes made

Friday, August 30, 2013

{낸사랑 good-bye series}



After-shoot photos:
June, 2013 We went to Gembira Loka Zoo. The weather wasn't really good, it was raining several times. Apparently we picked a wrong day to go outside.  photo DHE_0002_zps83b9ef01.jpg  photo DHE_0021_zps2c987ef5.jpg  photo DHE_0042_zps1517a5a9.jpg  photo DHE_002_zpsbfa7e9e6.jpg  photo DHE_0026_zps48578d11.jpg  photo DHE_0027_zps08b2e6d4.jpg  photo DHE_0057_zps1a2ab43a.jpg  photo DHE_0017_zpsb073eab5.jpg  photo DHE_0049_zpsa81f0f6c.jpg  photo DHE_0072_zps0860547c.jpg  photo DHE_0088_zpse36c9e84.jpg  photo DHE_0068_zpsdaaedb6c.jpg  photo DHE_0070_zps8d39aeb7.jpg  photo DHE_0079_zps4c34e75c.jpg  photo DHE_0092_zpsec2677e0.jpg  photo DHE_0109_zpse44c498b.jpg  photo DHE_0114_zpsbee852ef.jpg I've been looking for giraffe but there weren't any. I remember back then in 2008 there were, some giraffe.

Friday, July 05, 2013

Mid-2013

In the end, we die alone. Well, you might die in a group suicide or mass massacre, but still both way you'll face the death alone. No one will be there holding your hand and face the exact same death, feel the exact same experience of dying. What kind of flashback will strike them? What kind of relieve (or regret)?



Some people may afraid of death. I think it's ridiculous in some way. Why? only Jesus comeback from death, others stay and give no complain. Cliche, i know.


If it's true that there will be an eternal peace, eternal bliss… why would we scared of it? People on earth are saying it out loud, they want peace, they hate any problem that arise from every aspect of their life, they hate to deal with another crap waiting for them in some corner. There'll be nothing after death, just the death it self.



I imagine death as a place to rest. To finally shutting down your problem, your thought, your hatred, your love, your memories. Since you can't think, you can't make another memories, you can't feel anything, you can't hate or love something or someone. You're alone, but not lonely. You don't have another choice, you stuck with no ability to regret.



I've never been there my self. But now i step another rock to the path of death, everytime we exhale, we're closer to the death it self. Just like another book i read: to die, someone need to live first.


 photo IMG_20130623_9999_71_zps51771e38.jpg
Supermoon, June 2013

Tuesday, May 28, 2013

Bathroom

Kamu pernah ingin bunuh diri?

Memotong urat nadi, lompat dari lantai dua pulu satu, minum arsenik, atau mencekik leher sendiri. Apa saja bisa, aku dengar ada yang bunuh diri dengan mengurung diri diruangan yang penuh dengan gas beracun. Ada-ada saja, ah aku ingat aku membacanya dari komik detektive conan (soal bunuh diri dengan mengurung diri diruangan penuh gas beracun) Kamu mungkin bertanya, kenapa ingin bunuh diri? Beberapa hari yang lalu aku iseng browsing tentang artis-artis korea. Bosan dengan usahaku membedakan wajah masing-masing anggota girl band (kata temanku bedanya yang satu lebih tinggi dari yang lainnya, persetan, toh mereka semua memakai high heels) aku malah mencari tau tentang fenomena artis dan orang-orang penting korea yang bunuh diri. Dari mantan presiden hingga anak pemilik perusahaan raksasa macam samsung. Dari pemain drama tv hingga model kelas dunia. Rata-rata penyebabnya karna tidak kuat menghadapi tekanan hidup. Ada yang ketahuan korupsi, ada yang dilarang berpacaran dengan lelaki pilihannya, ada yang muak dijadikan budak seks agensinya, ada juga yang merasa hidupnya tidak lagi berarti walaupun bergelimang harta dan ketenaran. Yah, tapi toh itu semua diketahui dari sisa-sisa surat yang ditinggalkan, atau penuturan orang (yang mengaku) terdekatnya.

Coba kau bayangkan, anak bungsu dari pemilik perusahaan raksasa macam samsung, sedang kuliah di New York, tinggal di apartemen pribadi di Aston, menjadi salah satu dari 5 wanita terkaya se-Korea (tiga dari empat sisanya adalah Ibu dan saudara perempuannya) lalu dikabarkan mengalami kecelakaan mobil dan meninggal. Orang tuanya lebih memilih untuk menyuruh juru bicara Samsung untuk memberi keterangan pers, sampai kemudian diketahui bahwa sebenarnya dia mati bunuh diri, di apartemennya, dini hari. Orang tuanya tidak datang dipemakamnnya yang bertempat di salah satu pemakaman di NewYork, karena di tradisi korea, orang tua tidak diperbolehkan datang ke pemakaman anaknya yang belum menikah. Kenapa si anak bungsu belum menikah saat kematiannya? Karna ayahnya melarangnya menikahi lelaki pilihannya. Tragis. Pantas film korea bisa sebegitu membiusnya, bahkan drama tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Ada lagi, artis cantik yang terakhir terlihat muncul di red carpet dan melakukan promo film barunya (yang kemudian tayang setelah dia meninggal) ditemukan bunuh diri di apartemennya, dengan meninggalkan berlembar-lembar surat. Isinya? Nama-nama orang yang telah menyiksanya selama dia bekerja di industri perfilman korea. Ada 30 nama, dan awalnya kepolisian sama sekali tidak bertindak. Setelah mantan manajernya membuat pengakuan ke publik yang kemudian menyeret nama direktur agensi (dimana artis tersebut bekerja) baru kemudian polisi mengusut kasus ini. Belakangan si manajer juga mencoba bunuh diri, karna takut menghadapi reaksi pers dan publik (serta tentu agensi nya) atas apa yang telah dia katakan.

Tau Karl Lagerfeld? Model korea satu ini pernah menjadi salah satu muse nya. Pernah menjadi cover majalah Vogue dan sejenisnya. Tampil anggun dengan rambut hitamnya, dan menawan setelah mengecat pirang rambut panjangnya. Penyebab bunuh dirinya tidak benar-benar aku ketahui. Tapi dari blog nya, kebanyakan bercerita tentang kesepiannya ditengah hingar bingar kehidupan jet set nya. Memilih Paris daripada Seoul, serta disinyalir suka menyakiti diri sendiri. Loneliness could really kill you huh?


"Kenapa ya, mereka memilih bunuh diri?"
"Karna kan orang sana ngga punya agama, jadi gampang aja bunuh diri"

I heard it somewhere, die is easy, life is difficult.


Kamu pernah ingin bunuh diri?

Aku pernah. Bukan karna putus asa, bukan karna disiksa sampai berpikir tak ada lagi jalan keluar, bukan karna kesepian sampai merasa tak ada lagi kegunaan untuk tetap hidup.

Lalu kenapa? Kamu tak takut mati lalu masuk neraka?

Takut mati? Semua orang pasti pernah di fase takut mati. Jadi bukan itu yang menjadi pertimbangan. Setelah mati, itu yang menjadi pendorong keinginan. Pernahkah kamu berpikir, apa jadinya duniamu tanpamu? Orang-orang terdekatmu, reaksi mereka, siapa akan bagaimana? Kamu mengerti maksudku?

Apa yang akan terjadi, saat kau benar-benar tidak ada, dan orang-orang macam apa yang akan benar-benar menangisimu sampai bertahun-tahun, atau yang hanya mengucap turut bersedih. Bagaimana reaksi orang-orang yang pernah mengecewakanmu, atau orang-orang yang begitu kau cintai tapi saat kau hidup lebih banyak menyia-nyiakanmu. Apakah mereka akan menyadari kekosongan hati mereka, atau hanya merasa kesepian sementara. Lalu apakah orang-orang yang memendam sesuatu darimu akan menyesal karna tak sempat mengaku, atau malah bersyukur tak harus bertemu lagi, selamanya. Kamu mungkin sekarang berpikir aku sudah gila. Bunuh diri itu dosa, berpikir untuk melakukannya juga tentu dilarang.


Kamu pernah ingin bunuh diri?
Atau memang sisi manusiamu telah mati? Tergantikan janji-janji surgawi, tertutup egoisme pembenaran atas kesalahanmu atas nama pendirian teguh.

Kalau kau tak kunjung menjawab, akan kuganti pertanyaannya.
Kamu pernah berpikir kalau kamu bisa saja menjadi alasan orang ingin bunuh diri?
it's been a while.

       Halo. Apa kabar? Lama enggak denger kabar dari kamu, apalagi bertemu. Kenapa jadi jarang keliatan? Lagi sibuk apa? Beberapa waktu yang lalu ada yang nanyain kamu, harusnya kamu dengar sendiri. Dia sampe mau ketemu kamu lho, sayang kayaknya kamu enggak (atau belum?) terlalu minat. 

       Iya, aku kangen sama kamu. Semoga kalau kamu nanti sudah mau bertemu lagi (atau udah bisa?) kamu tinggal yang lama ya. Kalau bisa jangan pergi-pergi lagi. Boleh sih, tapi sebentar aja, aku tau kamu juga punya hal lain yang harus diurus. 

       Terakhir, paling tidak, jangan pernah benar-benar menghilang. 




                                                                                                                        -- Untuk D, yang kehilangan kebiasaannya

Monday, January 14, 2013

One Side

Tidak semua orang yang membutuhkanmu, punya waktu untukmu. Saya cuma butuh dua-tiga jam, untuk pelan-pelan menyusun naskah, menggambar story board dalam benak. Saya cuma butuh atmosfir yang lain, butuh percakapan yang berbeda, dan kemudian mulai bekerja sendiri, dalam hati. Tapi toh dari setiap doa yang kita panjatkan, ada doa lain yang menginginkannya tidak terkabul. Ternyata, kadang kala nasib juga soal zero sum game. Tapi saya begini untuk kamu, yang sedang mengumpulkan kebahagiaan. Masih ada lain waktu, semoga masih ada kita yang lama.