Thursday, August 20, 2015

At 24

Teman masa-masa remaja -waktu hal yang paling dikhawatirkan adalah bagaimana cara teman saya bisa dekat dengan sahabat saya yang sudah menolaknya- kini sedang menunggu kelahiran anak pertamanya. Teman dekat yang juga mantan 'high school sweetheart' sahabat saya yang lain tahun lalu saya hadiri pernikahannya (lebih tepatnya bantuin motret). Kakak kelas saya yang dulu bareng-bareng ikut kunjungan ke Korea beberapa bulan lalu update instagram dengan foto-foto bulan madunya ke Gummy. Terakhir, senior di SMA yang ngga sampai enam bulan lalu membicarakan teman-temannya yang memutuskan untuk menikah (muda), kemarin bilang ada rencana untuk akad nikah tahun depan. Seperti biasa "how time flies" selalu terucap kalau sudah begini. Biasanya diiringi dengan ucapan "serem abis kenapa dah" "gila ga pada takut apa".







Kali ini lain.
Saya cukup menggenggam (ini kiasan, dia nggak suka tangannya digenggam risih katanya) tangannya lebih erat. Untuk pertama kalinya saya percaya, dengan janji bersama saya akan baik-baik saja.

Tuesday, January 20, 2015

Confession

Since I only write about loses hopes and despair, it's getting harder to write these days. Yes, I'm blaming you as my writer block.











I think I should stop write about myself.